bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkatan usaha kecil dan produktif. Melalui sinergi erat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso, penyerahan bantuan sarana usaha produktif kepada 144 penerima manfaat sukses diselenggarakan di Pendopo Raden Bagus Assra pada Selasa (03/11/2026).
Acara penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bersama Asisten I Setda, Kepala Diskoperindag, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Bondowoso, KH. Akhmadi, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran pengurus. Bantuan ini disalurkan sebagai langkah nyata investasi sosial dalam mendorong kemandirian ekonomi serta mengentaskan kemiskinan berbasis pemberdayaan.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mendampingi dan memberikan perhatian bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, penyaluran bantuan alat usaha produktif ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi peningkatan taraf hidup warga.
Bantuan alat produktif ini, sesuai dengan namanya, merupakan kail, bukan ikan. Kita berharap bantuan ini dapat mendorong produktivitas, meningkatkan kesejahteraan, serta mengangkat harkat penerima manfaat.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa program ini bukan sekadar penyerahan sarana secara fisik, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang untuk membuka peluang usaha yang lebih luas. Harapannya, para penerima manfaat (mustahiq) saat ini dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan hingga di masa depan mampu bertransformasi menjadi pihak yang memberi manfaat bagi sesama (muzakki).
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya keberpihakan kepada kaum mustadhafin sebagai wujud keseimbangan ekonomi dan pelaksanaan nilai-nilai kemanusiaan dalam ajaran Islam. Setiap individu memiliki hak dan kesempatan untuk meraih keberhasilan, yang diimbangi dengan tanggung jawab sosial dari sesama saudara yang mampu.
Oleh karena itu, kegiatan penyaluran ini juga diharapkan menjadi sarana dakwah dan motivasi untuk memperkuat semangat gotong royong serta menggerakkan kepedulian sosial di seluruh lapisan masyarakat Bondowoso.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bondowoso, KH. Akhmadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Program Bantuan Alat Produktif Tahun 2026 ini dirancang secara terukur untuk menjawab kebutuhan riil lapangan masyarakat pengusaha mikro.
Dari total 160 berkas pengajuan yang masuk dan diverifikasi, sebanyak 144 orang penerima manfaat dinyatakan lolos persetujuan, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp212.978.000 untuk penyediaan 145 unit peralatan produktif.
Program pemberdayaan ini menjangkau masyarakat secara merata di 22 kecamatan se-Kabupaten Bondowoso dengan rincian persebaran terbanyak meliputi Kecamatan Tegalampel sebanyak 14 penerima manfaat, Kecamatan Tamanan sebanyak 12 penerima manfaat, Kecamatan Bondowoso sebanyak 11 penerima manfaat, Kecamatan Tlogosari sebanyak 11 penerima manfaat, Kecamatan Tapen sebanyak 9 penerima manfaat, dan Kecamatan Tenggarang sebanyak 9 penerima manfaat.
Ragam peralatan yang disalurkan disesuaikan secara spesifik dengan kualifikasi dan bidang usaha masing-masing penerima manfaat, di antaranya Sektor Kuliner & Pengolahan Makanan berupa Oven, gilingan bumbu, freezer box, etalase, rombong usaha, serta perlengkapan memasak dan berjualan. Sektor Jasa & Pertukangan berupa Mesin jahit, perlengkapan alat cukur, kursi salon, kompresor, gerinda, serta sarana pertukangan lainnya.
Melalui penguatan sarana kerja ini, Pemkab Bondowoso dan BAZNAS berharap kapasitas produksi serta efisiensi usaha mikro masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Peralatan kerja yang memadai akan memberikan nilai tambah (added value), memperluas jangkauan pemasaran, dan memastikan keberlanjutan ekonomi keluarga penerima manfaat.
Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan BAZNAS ini terus menjadi pilar utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh. Dengan semangat pemberdayaan yang humanis, langkah ini optimistis dapat mengakselerasi terwujudnya Bondowoso Berkah yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera.
Tulis Komentar