Tunjangan Fungsional (TF) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diterima oleh sebanyak 343 guru K2 dan non K2 Kabupaten Bondowoso.
Masing-masing guru honorer tersebut menerima TF sebesar Rp300ribu setiap bulannya dan diterima atau cair setiap enam bulan sekali.
Namun demikian, untuk dapat menerima TF tersebut, guru honorer K2 dan non-K2 harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya, harus berijazah S1 kompetensi. Selain itu, jam mengajar harus 24 jam serta memiliki pengalaman kerja yang cukup. Dengan demikian, tidak semua guru K2 mendapatkan TF karena beberapa persyaratan yang harus dipenuhi tersebut.
“Itu secara sistem. Jadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso, tidak memiliki kewenangan untuk menentukan yang menerima dan yang tidak. Karena begitu sistemnya diterima, maka akan terbit surat keputusan dari Kemendikbud siapa saja yang menerima. Tentunya yang syaratnya memenuhi,” tutur Kepala Dikbud Kabupaten Bondowoso, Harimas, Jumat (27/12/2019).
“Kita tidak tau kapan itu uangnya cair. Karena langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima,” imbuh mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bondowoso ini.
Tak hanya itu, dalam rangka mencetak generasi penerus bangsa, pria yang biasa dipanggil Harimas ini menyatakan, agar para guru-guru, baik yang PNS maupun honorer, terus meningkatkan kinerja, kebersamaan serta kekompakan. Terutama, terkait tugas pokok dan fungsinya.
“Jadi, mengingatkan kembali akan tugas pokok dan fungsinya. Karena terus terang saja tanpa teman-teman dari GTT khususnya yang ada di lingkungan Dinas Dikbud ini, saya yakin pelaksanaan proses belajar mengajar di Kabupaten Bondowoso tidak akan lancar. Karena keberadaan K2, ini sangat besar kontribusinya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Kepala Dikbud Kabupaten Bondowoso.
Untuk diketahui, 343 penerima TF tersebut, diantaranya, guru setingkat SD dan SMP berjumlah 325 orang. Sedangkan sisanya, sebanyak 18 orang adalah guru setingkat TK/PAUD.(kominfo)

Berita Terkait