Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, mengikuti serangkaian kegiatan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kegiatan inti yang diikuti oleh Bupati Salwa adalah penanaman perdana Pisang Cavendish.
Menurut Bupati kelahiran Bondowoso ini, peran sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi nasional menjadi semakin penting, bahkan sangat strategis.
Kontribusi sektor pertanian dalam Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia menjadi terbesar ketiga setelah sektor industri dan perdagangan.
Disampaikan Bupati Salwa Arifin, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama tahun 2019 lalu ekspor disektor pertanian mencapai 3,61 Miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat sebesar 5,31 persen bila dibandingkan tahun 2018.
“Pisang merupakan salah satu komoditas buah-buahan tahunan yang memiliki prospek pengembangan. Selain nilai ekonomis yang tinggi, juga memiliki potensi pasar yang masih terbuka lebar,” tuturnya, Selasa (18/2/2020).
Sementara, Sekretaris Dinas (Sekdin) Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono yang ikut mendampingi Bupati Salwa menjelaskan, Pemerintah juga mendorong peningkatan kinerja ekspor produk dari sektor lainnya. Salah satunya adalah subsektor hortikultura.
“Pemerintah akan terus mengembangkan kawasan hortikultura berorientasi ekspors di daerah lainnya, bahkan nanti juga direncanakan di Bondowoso, dengan GGP melalui skema Creating Shared Value,” ungkapnya.
Untuk di Kabupaten Bondowoso sendiri, disampaikannya, rencana penanaman Pisang Cavendish akan dilakukan di Kecamatan Botolinggo.
“Ini merupakan tantangan , jadi nanti PT GGP akan datang sendiri untuk survey. Namun karena tim ahlinya terbatas, regulasinya hati-hati jadi timnya turun sendiri apa lagi terkait kepemilikan lahan,” imbuh Sekdin Pertanian yang akrab disapa Hendri ini.
Untuk informasi, sebelumnya juga sudah dilakukan launching program dan penanaman perdana pisang Cabendish di Kabupaten Jembrana, Bali pada 28 Desember 2019, disusul penanaman perdana di Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada 21 Januari 2020.(admin)

Berita Terkait